Much has been written about the history of Japan, but as we all know, history is not always true. To see actual history, we must look at what is painted, carved and printed as art! This means that the common people are the ones who really know what is happening in their own country and their artistic work shows it.
We can see, in the carvings of netsuke, paintings and woodblock prints, the views of foreigners that the old Japanese had. They showed the strange dress and manners of the foreign people. The government was, generally, against foreigners and any of their ideas. The common people, however, wanted the products and benefits that the new visitors could give to Japan.
The arrival in Tokyo Bay, in 1853, of an American fleet under Commodore Matthew Perry, started many changes in Japan. Much foreign technology was adopted and shortly after that visit, the Meiji Restoration began Japan’s growth into a position of world power.
In Yokohama, which was often called “The Wildwest of the Far East” due its violent nature, the foreign visitors were exciting art subjects and not considered as enemies at all. Their inventions charmed the people. The designers, carvers, printers and publishers of woodblock prints are what we can consider as the real historians of that time.
We must always look at art to show us the true sprit of a nation. That is one of the reasons that I like Japan so much. It shows me its real feelings, culture and heart through its splendid art and customs!

Salah satu acara favorite saya :

Orang Jepang emang kreatif 🙂

Nemu artikel tentang jepang….kopi paste..he..he…

sumber : http://agustian.wordpress.com/2008/09/17/mobil-taksi-bersopir-dua/

————————————————

Mobil taksi bersopir dua

By : Y. Agustian

Taksi bersopir dua? Ya, taksi ini memang bersopir dua, satu mobil taksi tapi supirnya dua orang. Taksi ini bukan taksi umum seperti yang sering kita lihat atau kita tumpangi seperti di kota Jakarta atau di kota lainnya. Taksi ini disediakan bagi penumpang yang bepergian memakai mobil atau kendaraan. Lho? Orang bepergian pakai kendaraan atau mobil kok sewa taksi? Bingung kan?..he..he..

Jadi begini, taksi ini memang ada dua sopir, mobilnya sendiri tampak seperti mobil taksi pada umumnya. Stir-nya pun satu, tidak seperti gambar karikatur di atas. Atuh gimana kalau stirnya ada dua mah, ntar kalo mau belok bisa rebutan, belum kalau sopir yang satu pengen belok sementara yang satunya pengen lurus bisa berantem atau tabrakan,..he..he…dibahas..

Taksi-taksi seperti ini banyak di jumpai di Jepang di depan kedai minum, bar, snack dan tempat-tempat sejenisnya. Dari sisi tarif, taksi ini lebih mahal dari pada taksi biasa, karena tarif mengantarkan mobil termasuk di dalamnya. Lho?……Ya, Taksi ini diadakan khusus bagi mereka yang teler karena bermabuk-mabukan di suatu tempat, bar misalanya, untuk diantarkan pulang ke rumahnya, sementara mobil yang dipakainya untuk sampai ke bar sebelum dia teler, akan dipakai oleh supir yang satu-nya lagi itu. Jadi sebetulnya taksi ini diadakan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh the drunken driver .

Di Jepang sendiri pelanggaran terhadap aturan yang tidak membolehkan menyetir dalam keadaan mabuk akan mendapatkan sanksi yang sangat berat, seberat beratnya akan dikenai denda sekitar 500 ribu yen atau masa kurungan penjara 5 tahun, SIM dicabut dan tidak boleh menyetir selama 5 tahun. Pada umumnya orang Jepang tidak mau mengambil resiko ini, mereka lebih memilih aman dan tidak beresiko dengan menyewa taksi ini, diri dan mobil pun selamat sampai rumah kalau mau bermabuk-mabukan di bar. Atau pergi ke bar waza-waza tidak menggunakan mobil atau kendaraan bermotor.

Dari beberapa razia yang dilakukan oleh polisi, angka kasus menyetir sambil mabuk ini sangat kecil di Jepang. Ini adalah bukti kesadaran orang-orang Jepang akan bahaya menyetir sambil mabuk dan taatnya terhadap peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan beserta sanksi-sanksinya. Kita ketahui untuk mendapatkan SIM di Jepang, sangat sulit. Untuk itu mereka tidak akan bertindak bodoh, sehingga menyebabkan SIM-nya dicabut dan tidak mendapat izin untuk menyetir mobil untuk satu masa tertentu. Kalau salah seorang dari rekan-rekan pernah merasa gembira karena menjadi juara 1 perlombaan panjat pinang pas 17 agustusan, mungkin seperti itulah rasanya orang bergembira karena mendapat SIM Jepang. Haru, gembira, mencucurkan air mata, kalau perlu nyembeleh kambing undang tetangga untuk ajak makan-makan buat syukuran…he..he…. Yang jelas berbeda dengan jaman dulu, duluuuu bangeet, tatkala mendapatkan SIM di Bandung (nggak tau sekarang…). Datar, lurus, tak berperasaan, boro-boro menitikan air mata yang ada malah cengengesan ) , karena dari awal sudah tahu bakalan dapet tuh SIM.

Satu lagi kita bisa belajar dari masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang sangat patuh aturan. Patuh pada aturan bukan karena dilihat oleh pihak berwajib, tapi dilandasi kesadaran kenapa ada suatu aturan tersebut, termasuk akan bahaya-bahaya yang ditimbulkan apabila melanggarnya. Pendidikan sejak dini mengnai keharusan mantaati peraturan, mungkin bisa jadi penyebab orang Jepang sangat patuh pada aturan. Hal ini dialami oleh anak-anak saya yang berada di sebuah play group. Mereka dari awal sudah diperkenalkan dengan rambu-rambu lalulintas, cara berjalan yang baik di trotar dan lain sebagainya. Tidak jarang pihak sekolah mengundang dengan sengaja seorang polisi untuk memberi penerangan secara langsung kepada anak-anak. Program yang sangat bagus untuk mensosialisasikan sosok polisi sebagai pengayom masyarakat dan bukan sosok menegangkan dan menakutkan dengan atribut-atrbut negatif yang disandangnya seperti gambaran polisi  di sebuah negeri antah berantah )

Seperti yang pernah di tulis oleh Mas Romi dalam 10 Resep Sukses Bangsa Jepang, taat peraturan ini mungkin bisa dihubungkan dengan sifat orang jepang yang lain : Malu. Orang jepang akan malu sama orang lain apabila terlihat di depan umum melanggar aturan. Atau bahkan menjadi poin tersendiri, bahwa resep sukses orang jepang adalah salah satunya : Taat aturan. Kalau begitu, Mas Romi izinkan saya menambahkan..he..he.

Ada tulisan bagus, sebagian dari rekan-rekan mungkin pernah baca. Untuk menjadi renungan…

Selamat membaca

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

10 Resep Sukses Bangsa Jepang

by Romi Satria Wahono

http://romisatriawahono.net/2007/06/13/10-resep-sukses-bangsa-jepang/

musashi.jpgSetelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di (lebih…)

Buat anda penggemar anime Jepang, khususnya produksi Ghibli Studio bergembiralah karena bulan Juli ini tepatnya tanggal 19 akan dirilis produksi terbarunya. Filmnya sendiri berjudul 崖の上のポニョ Gake no ue no Ponyo (Ponyo on the Cliff by the sea). Denger judulnya aja lucu:) , kayaknya seru ni film.

Ghibli, sebuah rumah produksi anime di jepang yang sudah banyak menghasilkan anime kelas dunia yang digemari oleh semua umur di seluruh dunia. Siapa yang tidak kenal Tonari no Totoro? Semua orang, apalagi penggemar anime pasti tahu. Tonari no totoro adalah salah satu anime tersukses dari anime2 yg diproduksi oleh Ghibli.

Hayao Miyazaki, sang director yang sekaligus penulis cerita, juga yang langsung memberikan sentuhan-sentuhan pada coretan-coretan tangan anime ini. Akankah anime ini sukses, sebagaimana anime2 pendahulunya seperti totoro? Kita liat saja nanti… 🙂

Saya yang penggemar berat dan kolektor anime2 ghibli production jadi penasaran euy….pengen liat.

Tiba-tiba aja pagi ini pengen sarapan onigiri. Mau beli ke kombini males. Baru inget di lemari ada sisa nori, akhirnya bikin deh dan jadi sarapan pagi ini ama onigiri. Cuma onigiri-nya ala indonesia, soalnya dalemnya bukan ikan atau umeboshi, tapi saya masukin abon…he..he..tapi enak juga kok.

Onigiri, makanan khas jepang yang semua orang jepang suka memakannya dan mudah dibuat. Orang bule bilang rice ball. Kalau dinget-inget sewaktu kecil, sering juga sebetulnya dibikinin “onigiri”, kalo emak pas lagi ngipas-ngipas nasi yang baru ditanak, cuman dikepal-kepal terus kasih garem doang 😉 .

Ya sebetulnya onigiri tidak ubahnya nasi kepal spt yang sering saya makan sewaktu kecil, Cuman mungkin yang membedakan, kalo onigiri jepang biasanya suka pake nori (rumput laut) sebagai bungkusnya, atau dalamnya diisi macam-macam sesuai selera, bisa ikan, sayur, tsuke mono, umeboshi dll.

Disampin praktis, onigiri juga mengenyangkan dan gamapang dibuat. Nama lain onigiri yaitu omusubi. Ada juga yang bilang : nihon de umareta fastfood (日本で生まれたファストフード), fastfood yang lahir di negeri jepang 🙂

Ni kalo pengen liat humor gokil-nya orang jepang..he..he.